INSIGHT 2_Mengapa Kami Lebih Memilih Kehilangan Satu Investor daripada Membuka Cabang yang Salah dan Melihat Seorang Mitra yang Gagal
24 Sep 2026
Founder Insights #02
Mengapa Kami Lebih Memilih Kehilangan Satu Investor daripada Membuka Cabang yang Salah dan Melihat Seorang Mitra yang Gagal
Scale-Up Responsibly bukan berarti membuka cabang sebanyak mungkin. Scale-Up Responsibly berarti memastikan setiap cabang memiliki peluang terbaik untuk berhasil.
Oleh: Mohammad Iqbal, SST.Par.
Founder & CEO Barapi Group
Di industri franchise dan kemitraan, ada satu pertanyaan yang hampir selalu muncul dari calon investor; “Kalau saya sudah punya ruko sendiri, apakah lokasi saya pasti disetujui?”
Jawaban saya hampir selalu sama. Belum tentu. Jawaban tersebut terkadang mengecewakan. Tidak sedikit calon investor yang bertanya kembali; “Bukankah semakin banyak cabang dibuka akan semakin menguntungkan bagi perusahaan?”
Secara jangka pendek, mungkin benar. Namun kami memilih melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.
Bagi kami, membuka cabang bukanlah tujuan. Membangun cabang yang sehat dan menguntungkan jauh lebih penting daripada sekadar menambah jumlah outlet. Karena itulah kami tidak pernah menganggap setiap lokasi layak untuk dibuka.
Mengapa Banyak Franchisor Mengatakan “Ya” kepada Semua Lokasi?
Dalam praktik bisnis, semakin banyak cabang yang dibuka, semakin besar pula pendapatan yang dapat diperoleh dari penjualan paket kemitraan.Godaan untuk mempercepat ekspansi tentu selalu ada. Namun di sinilah letak perbedaan filosofi. Ada perusahaan yang mengukur keberhasilan dari berapa banyak outlet berhasil dijual.
Ada pula perusahaan yang mengukur keberhasilan dari berapa banyak outlet tetap bertahan dan berkembang setelah bertahun-tahun.
Kami memilih ukuran yang kedua. Karena sesungguhnya, keberhasilan seorang franchisor bukan terjadi pada hari penandatanganan kontrak. Keberhasilan itu baru benar-benar terlihat ketika mitranya masih menjalankan usaha dengan sehat lima atau bahkan sepuluh tahun kemudian.
Lokasi Adalah Keputusan Bisnis, Bukan Sekadar Alamat
Banyak orang mengira bahwa bisnis kuliner ditentukan oleh rasa makanan. Sebagian lagi percaya bahwa promosi adalah faktor utama. Pengalaman kami menunjukkan bahwa keduanya memang penting.Namun sebelum berbicara mengenai menu, promosi, atau desain outlet, ada satu keputusan yang sering kali menentukan nasib sebuah usaha sejak hari pertama, yaitu Lokasi.
Lokasi yang tepat mampu memperkuat seluruh strategi bisnis. Sebaliknya, lokasi yang kurang tepat akan terus membebani operasional, sebaik apa pun produk dan promosinya.
Kami sering mengatakan kepada tim internal, “Tim operasional dapat memperbaiki banyak hal. Tetapi mereka tidak bisa memindahkan sebuah ruko yang sejak awal berada di lokasi yang salah.”
Karena itulah pemilihan lokasi menjadi salah satu keputusan paling penting dalam proses ekspansi.
Kami Tidak Mengandalkan Insting. Kami Mengandalkan Data.
Salah satu prinsip yang kami pegang adalah; Semakin besar nilai investasi seseorang, semakin besar pula tanggung jawab kami untuk mengambil keputusan berdasarkan data.Oleh karena itu, setiap lokasi yang diajukan tidak langsung disetujui. Tim kami akan melakukan serangkaian evaluasi sebelum memberikan rekomendasi.Bukan untuk memperlambat proses. Melainkan untuk mengurangi risiko yang mungkin muncul di kemudian hari.
Tiga Tahapan Evaluasi Lokasi
Di Barapi Group, kami menggunakan tiga tahapan utama dalam mengevaluasi sebuah lokasi.1. Trading Area Survey
Pada tahap ini kami mempelajari karakteristik kawasan di sekitar lokasi. Siapa target konsumennya? Bagaimana tingkat kepadatan penduduk?Bagaimana pola aktivitas masyarakat? Apakah profil pelanggan sesuai pasar yang ditarget dan matching dengan brand positioning? Bagaimana pola persaingan dan pengaruh kompetitor di sekitar lokasi? Apakah lokasi tersebut benar-benar mampu mendukung pertumbuhan usaha dalam jangka panjang.
Tujuannya sederhana. Kami ingin memastikan bahwa produk yang kami tawarkan benar-benar memiliki pasar di lokasi tersebut.
2. Operation Site Check
Tahap berikutnya adalah menilai kelayakan lokasi dari sisi operasional.Apakah alur kerja dapat berjalan dengan efisien? Bagaimana akses logistik? Bagaimana kondisi utilitas? Apakah bangunan memungkinkan diterapkannya standar operasional yang kami tetapkan?
Karena lokasi yang baik bukan hanya ramai. Lokasi juga harus dapat dioperasikan secara efektif.
3. Traffic & Capture Rate Survey
Tahapan terakhir adalah mengukur potensi lalu lintas pelanggan.Berapa banyak kendaraan yang melintas? Berapa banyak pejalan kaki? Berapa persen yang berpotensi menjadi pelanggan? Bagaimana pola kunjungan pada hari kerja dan akhir pekan?
Data inilah yang membantu kami memperkirakan apakah sebuah outlet memiliki peluang untuk mencapai target operasional secara sehat.
Mengapa Kami Terkadang Menolak Lokasi Investor?
Ini mungkin bagian yang paling sulit.Ada kalanya seorang calon mitra telah memiliki ruko sendiri. Lokasinya strategis menurut pandangannya. Bahkan secara emosional ia sudah membayangkan akan membuka usaha di sana. Namun setelah melalui seluruh proses evaluasi, kami justru memberikan rekomendasi untuk tidak melanjutkan.
Keputusan seperti ini tentu tidak selalu menyenangkan. Tetapi kami percaya bahwa tugas seorang franchisor bukanlah mengatakan apa yang ingin didengar calon investor. Tugas kami adalah menyampaikan apa yang perlu diketahui agar keputusan bisnis diambil dengan lebih bijaksana.
Sering kali, penolakan bukan berarti kami tidak menghargai calon mitra. Justru sebaliknya. Penolakan adalah bentuk tanggung jawab kami terhadap investasi yang akan mereka keluarkan.
Sebuah Studi Kasus
Bayangkan ada dua pilihan.Pilihan pertama, kami menyetujui seluruh lokasi yang diajukan. Dalam beberapa bulan kami berhasil membuka banyak outlet baru. Secara angka, pertumbuhan terlihat sangat mengesankan.
Namun dua tahun kemudian, sebagian outlet mulai kesulitan mencapai target penjualan karena sejak awal berada di lokasi yang kurang ideal.
Pilihan kedua, kami menolak beberapa lokasi yang menurut hasil analisis memiliki risiko tinggi. Pertumbuhan mungkin menjadi sedikit lebih lambat.
Namun outlet yang akhirnya dibuka memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk berkembang secara sehat.
Kami memilih pilihan kedua. Karena bagi kami, kualitas ekspansi selalu lebih penting daripada kecepatan ekspansi.
Scale-Up Responsibly
Banyak orang mengartikan pertumbuhan sebagai bertambahnya jumlah cabang. Kami memiliki definisi yang sedikit berbeda.Pertumbuhan adalah ketika setiap outlet baru dibangun di atas fondasi yang benar. Ketika setiap keputusan didukung oleh data. Ketika setiap mitra memiliki peluang yang lebih besar untuk berhasil.
Dan ketika perusahaan berani mengatakan “belum” apabila memang belum waktunya mengatakan “ya”. Itulah makna Scale-Up Responsibly yang kami yakini.
Penutup
Dalam bisnis, mengatakan “ya” sering kali jauh lebih mudah daripada mengatakan “tidak”. Namun kepemimpinan bukan diukur dari seberapa banyak keputusan yang menyenangkan semua orang.Kepemimpinan diukur dari keberanian mengambil keputusan yang benar, meskipun tidak selalu populer. Kami percaya bahwa hubungan antara franchisor dan mitra bukan dimulai dari penandatanganan kontrak.
Hubungan itu dimulai dari rasa saling percaya. Dan kepercayaan hanya dapat tumbuh apabila setiap keputusan dibuat dengan integritas.
Karena itulah, kami memegang satu prinsip yang selalu menjadi pengingat dalam setiap proses ekspansi.
Kami lebih rela kehilangan satu investor hari ini daripada melihat investor tersebut kehilangan investasinya dua tahun kemudian.
Bagi kami, itulah arti sesungguhnya dari membangun kemitraan yang bertanggung jawab. Dan itulah mengapa kami memilih untuk terus bertumbuh dengan satu filosofi yang sama. Scale-Up Responsibly.
Photo Gallery
Unlock the Pleasure Become a Member
Daftar Jadi Member Barapi Rewards. Nikmati Beragam Hadiah dan Keuntungan Eksklusif.